Tampilkan postingan dengan label Guru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Guru. Tampilkan semua postingan

LANGKA!!! ANAK ANAK NGAJI SEHABIS MAGHRIB SEPERTI JAMAN DULU

Jika pada jaman dulu sekitar tahun 80-an anak ditekan oleh orang tuanya agar pergi ke masjid dan musholla-musholla menjelang adzan Maghrib dan kemudian dilanjutkan dengan mengaji yang dipimpin oleh ustadz masing dengan kajian dasar Al-Quran atau orang dulu bilang (turutan) baik di desa-desa maupun di kota besar, dan kebiasaan seperti itu untuk saat ini sudah jarang kita temui di kota-kota besar seperti Jakarta, dan Alhamdulillah masih banyak yang istiqomah di desa-desa.

Alhamdulillah, kami dan istri sekalipun hanya ilmu dasar yang kami miliki, kami ingin memberikan pembelajaran buat anak-anak jaman sekarang menjalankan apa yang seperti dulu kami lakukan waktu masa kecil.

Tidak banyak orang-orang tua yang diberikan kesadaran atas pendidikan anaknya terutama dalam hal agama dan yang anehnya terkadang yang orang tuanya mengaku mengerti agama tetapi masih dengan santainya memberikan kesempatan kepada anaknya untuk lebih senang menonton Tivi sehabis maghrib daripada harus belajar agama (Ngaji).

Semoga kita tetap istiqomah dalam memperjuangkan agama Allah dengan cara mendidik dan memberikan pelajaran agama Islam terutama yang berkaitan dengan Al Quran sejak usia anak-anak agar kelak setelah dewasa nanti menjadi orang yang memiliki akhlak dan budi pekerti yang baik, sopan, jujur, ahli ibadah, serta memiliki dasar agama yang benar sesaui dengan yang disyariatkan oleh Allah dan Rasulnya. Aamiin

BACA SELENGKAPNYA ...

IBU...

Co-paste Postingan dari Facebook :

Sepatutnya tidaklah cukup di hari Kartini saja yang memang sudah menjadi rutinitas tahunan setiap tanggal 21 April tiap-tiap tahun yang secara otomatis dirayakan, namun artikel dan kisah ini tidak akan rentan sedikitpun walau dimakan waktu. 

Alangkah mulianya seorang ibu yang telah melahirkan kita, tidak akan ada kita jika tidak ada ibu kita. Sudah seharusnyalah kita selalu memuliakan orang tua, terutama ibu.

Seorang ibu ingin meminjam uang kepada anaknya yang telah mapan. Dengan suara rendah disertai rasa malu ibu berkata : " Nak, bolehkah ibu meminjam uang 100 ribu,? Ibu ada perlu buat beli beras.". Anaknya tidak langsung menjawab, dengan raut muka datar ia berkata: " Iya Bu, nanti Aku tanya istriku dulu", seakan berat untuk mengiyakan, karena belum tentu isterinya mengiyakan...Ketika Sang Anak masuk ke dalam rumah ia melihat dus susu anaknya masih ada bandrol harga Rp 50.000, kemudian dia merenung. Jika 1 dus habis 1 hari x 30 hari x 2 th = 36 juta....!!!!. Dia berfikir, waktu balita dia hanya diberikan ASI oleh ibunya, harganya tak terhingga, super steril, diberikan dengan penuh kasih sayang.... Jika didapat oleh seorang anak selama 2 tahun berapa yang harus ia bayar?? Kemudian ia berbalik dan menatap wajah ibunya yang teduh walau telah dimakan usia. Dirimu telah memberikan semua kasih sayang, harta dan semuanya kepadaku tanpa pamrih, dan semua itu kuterima dgn GRATIS..Maafkan anakmu ini yang tidak tahu balas budi.. Segera ia memeluk ibunya dan mengecup keningnya dan memberi uang Rp 3 jt, sambil menangis ia berkata: "Ibu, jangan berkata pinjam lagi yaa, hartaku adalah juga milikmu, do'akan anakmu ini agar selalu berbakti padamu". Sambil berkaca-kaca ada air bening di pelupuk mata ibu ia berkata: "Nak, di setiap keadaan ibu selalu berdo'a agar kita semua selalu dikumpulkan di dunia dan di SURGA nanti dalam kebahagian.. Semoga Bermanfaat. (Jangan biarkan bacaan bermakna ini mengendap di telepon mu, jadikan ladang pahala dg meberikan ke orang lain..bagi PARA ISTRI ingatlah bahwa rizki dari suamimu adalah juga hak mertuamu. Dan juga perlakukan lah ibu mertua seperti ibu kandung sendiri...

Tolong share agar banyak yg tahu dan merenungkan dari kisah ini. Semoga kita senantiasa dapat membahagiakan kedua orang tua kita, AAMIIN...
BACA SELENGKAPNYA ...

GURU ... JASAMU TIADA TARA

Ada sebuah hadits mengatakan, "Al 'Ilmu Nuurun" yang artinya : Ilmu adalah Cahaya.

Dalam hal ini kita bisa mengambil penafsiran bahwa Ilmu adalah merupakan cahaya dan manfaat cahaya bagi kehidupan manuasia dan makhluk hidup lain di alam ini sangat luar biasa.

Jika dalam hal ini kita tahu bahwa ilmu adalah cahaya, maka kita pasti akan tahu juga darimanakah asal ilmu ?

Guru. ya betul, itulah guru, bagi sebagian orang pasti banyak yang akan menjawab ketika ada pertanyaan yang menanyakan "Dari mana kita bisa memperoleh ilmu ? pasti tidak sedikit orang yang menjawab dengan jawaban "Guru".

Ada sekelumit kinayah yang menceritakan tentang keihlasan dan jasa seorang Guru:    


Dalam minuman "KOPI" ada 3 unsur:

Kopi  - Gula - Rasa
Kopi  adalah Orang tua
Gula  adalah Guru
Rasa  adalah siswa

Jika kopi terlalu pahit, Siapa yang salah ?

Gula lah yang disalahkan karena terlalu sedikit, hingga "rasa" kopi menjadi pahit !!!
Jika kopi terlalu manis, Siapa yg disalahkan? Gula pula yang disalahkan karena terlalu banyak,
hingga "Rasa" kopi menjadi manis!!!

Jika takaran kopi dan gula seimbang, sehingga rasa yang tercecap menjadi nikmat, siapa yg di puji...???  Tentu semua akan berkata:

Kopinya Mantaaap.................!!!!!
Kemana gula??? Dimana gula??? yang mempunyai andil membuat "rasa" kopi menjadi mantaaap!!!

Itulah guru yang ketika "rasa" terlalu manis maka dia akan dipersalahkan!!!

Itulah guru yang ketika "rasa" terlalu pahit maka dia pula yang akan dipojokkan!!!

Tetapi, Ketika "rasa" mantap, Ketika siswa berprestasi, Maka orang tua lah yang akan menepuk dadanya:  "Anak siapa dulu"
Mari Ikhlas seperti Gula yang larut tak terlihat tapi sangat bermakna.

Gula PASIR memberi RASA MANIS pada KOPI, tapi orang MENYEBUTnya KOPI MANIS... bukan KOPI GULA...

Gula PASIR memberi RASA MANIS pada TEH, tapi orang MENYEBUTnya TEH MANIS... bukan TEH GULA...

ORANG menyebut ROTI MANIS... bukan ROTI GULA...

ORANG menyebut SYRUP Pandan, Syrup APEL, Syrup JAMBU....
padahal BAHAN DASARnya GULA....

Tapi GULA tetap IKHLAS LARUT dalam memberi RASA MANIS...

Akan tetapi apabila berhubungan dengan penyakit, barulah GULA disebut.. PENYAKIT GULA

Begitulah HIDUP....
Kadang KEBAIKAN yang Kita TANAM tak pernah disebut Orang,
Tapi sedikit saja khilaf salah dilakukannya, maka akan dibesar-besarkan!!!

IKHLAS lah b GULA... LARUT lah seperti GULA...

Tetap SEMANGAT memberi KEBAIKAN...!!!!
Tetap SEMANGAT menyebar KEBAIKAN..!!!

*Karena KEBAIKAN tidak UNTUK DISEBUT...*

Tapi untuk *DIRASAKAN* 

S E L A M A T   H A R I G U R U

BACA SELENGKAPNYA ...